Senin, 04 Agustus 2008

Arusutamakan Ugm: Usaha Gurem dan Mikro

PERTUMBUHAN tidak serta-merta mampu menurunkan jumlah penduduk miskin, apabila tidak diikuti perbaikan kapabilitas sumber daya manusia. Akumulasi dana masyarakat yang besar tidak berkontribusi nyata bagi penanggulangan kemiskinan, jika tidak didistribusikan ke sektor riil. Khususnya mendukung usaha gurem dan mikro atau ugm, yang orang sering menyebutnya dengan ekonomi rakyat. Segenap potensi perlu digerakkan agar tercipta sinergi dalam pengentasan kemiskinan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Meski memiliki sumber daya yang melimpah, namun Human Development Index (HDI) Indonesia pada 2006 masih menempati urutan 108 (medium human development) dari 177 negara. Ini jauh di bawah negara-negara lain yang memiliki sumber daya lebih rendah. Tahun ini HDI kita masih rendah. Kondisi kesejahteraan penduduk miskin sangat rentan terhadap gejolak dan perubahan sosial, ekonomi, dan politik. Ketidakberdayaan penduduk miskin kerap diperburuk oleh intervensi yang tidak tepat sasaran, misalnya dalam bentuk subsidi dan eksploitasi sumber daya alam (SDA) secara berlebihan. Jumlah penduduk miskin sejak 1970-an menurun hingga pertengahan 1990-an. Kemudian meningkat akibat krisis multidimensi hingga akhir 1990-an dan kembali menurun hingga 2005. Pada 2006 terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin akibat bencana alam, meskipun kembali menurun pada 2007 menjadi 37,2 juta orang (BPS). Jumlah rumah tangga miskin pada 2006 sebanyak 19,3 juta kepala keluarga (Pusdatin Depsos). Persentase penduduk miskin terbesar terdapat di Papua, Irian Jaya Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Gorontalo. Sedangkan jumlah terbanyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Garis kemiskinan pada 2006-2008 adalah pendapatan Rp 158.051 per kapita per bulan yang merupakan rata-rata perkotaan Rp 179.144 per kapita per bulan dan perdesaan Rp 135.896per kapita per bulan. Selengkapnya di http://www.waspada.co.id/Ragam/Diskursus/Gunawan-Sumodiningrat-pemerintah-wajib-atasi-kemiskinan.html Dikutip dari Wawancara dengan Waspada Online tanggal 01 Agustus 2008

Tidak ada komentar: